Foto: ASAMesir -Tak sedikit perempuan muslim yang merasa didiskriminasi alasannya yakni dihentikan renang memakai burkini. Ternyata tidak hanya negara minoritas muslim saja yang menciptakan larangan tersebut tapi negara muslim menyerupai Mesir juga melakukannya.
Larangan penggunaan burkini lebih banyak terjadi di sejumlah hotel Mesir. Awalnya pemerintah sempat meminta hotel-hotel di Mesir untuk mengizinkan perempuan mengenakan jenis apa pun pakaian renang mereka demi menghindari diskriminasi.
Permintaan tersebut dilakukan alasannya yakni ada komplain dari turis muslim yang menginap di salah satu hotel Mesir. Turis itu memakai burkini dan dihentikan renang oleh petugas hotel.
Meski demikian,pemerintah alhasil membatalkan usul itu dan mengizinkan pihak hotel menciptakan peraturan sendiri baik adanya larangan burkini maupun tidak. Dilansir dari Egypt Independent, larangan burkini di sejumlah hotel Mesir sudah terjadi beberapa tahun belakangan ini. Alasan pihak hotel hanya demi kebersihan kolam.
Pada Juli kemudian sempat ada kasus di mana seornag hijabers yang dipaksa keluar dari Egypt's Hacienda Bay alasannya yakni mengenakan burkini di beach resort terkenal tersebut. Hal ini menyebabkan rasa trauma kepada perempuan berhijab yang diusir itu.
Tak hanya di Arab Saudi, kasus burkini yang paling heboh terjadi di Prancis. Ketika 2016, walikota Cannes, Prancis, melarang burkini dan diikuti kota-kota lainnya menyebabkan kontroversi.
Kasus yang paling terkenal saat seorang perempuan muslim yang mengenakan burkini di sebuah bak renang umum Marseille, Prancis, didenda biaya pencucian bak sebesar 490 euro atau sekitar Rp 7,8 jutaan. Kasus ini memicu kemarahan komunitas muslim di banyak negara.
Burkini awalnya berasal dari Australia dirancang oleh desainer muslim Aheda Zanetti. Ide bermula dari pihak Surf Life Saving Australia yang meminta Zanetti menyebarkan baju renang untuk penjaga muslim pantai di Sydney.
Sumber detik.com
Komentar
Posting Komentar