Ilustrasi. Foto: ASAJakarta -Dubai merupakan salah satu negara muslim. Meski demikian, masih ada perempuan yang mengalami perilaku diskriminasi alasannya yaitu pakaiannya. Seperti kasus diskriminasi yang baru-baru ini dialami seorang perempuan berhijab alasannya yaitu renang mengenakan burkini.
Kisah berawal dari seorang hijabers yang pergi ke bak renang umum untuk menikmati hari libur bersama suaminya. Hijabers yang tinggal di Remraam tersebut menentukan menggunakan burkini semoga aurat tetap tertutup. Namun ia malah ditegor oleh petugas bak renang. Padahal burkini yang digunakan tidak terlalu longgar bahkan celananya cenderung ketat.
"Saya mengenakan burkini yang tidak terlalu tradisional alasannya yaitu celananya lebih ketat. Saya memesan burkini dari online shop Prancis yang sesuai dengan ukuran badan saya," ujar perempuan tersebut menyerupai dilansir dari Gulf News.
Ketika gres masuk ke dalam bak renang belum hingga lima menit, seorang petugas menegur hijabers yang tak mengungkap namanya tersebut. Ia didenda alasannya yaitu renang menggunakan burkini. Denda dibayarkan dengan alasan untuk pencucian bak renang.
Petugas itu juga menyampaikan bila ingin tetap renang sebaiknya menggunakan pakaian yang lebih ketat. Merasa tersinggung dan haknya dilanggar, hijabers itu kemudian melapor ke pihak yang berwenang. Ia tidak menyangka sanggup menerima diskriminasi di negara muslim.
"Saya merasa hak-hak sipil aku dilanggar dan aku pikir harus menghubungi polisi alasannya yaitu ketika ini agama aku dikaitkan. Saya merasa murka alasannya yaitu seharusnya aku diizinkan mengenakan pakaian yang modest di negara muslim," kata hijabers itu.
Setelah lapor polisi, pihak bak renang meminta maaf. Mereka meyakini kalau ada kesalahpahaman dan penjaga pantai tidak mempunyai pengetahuan perihal burkini. Makara mereka pikir itu bukan baju renang. Pihak bak renang bahkan juga berusaha meyakikan hijabers tersebut akan memasang poster di area bak mengenai perizinan menggunakan burkini.
"Itu yaitu pengalaman yang jelek tapi pesan aku untuk orang lain bila mengalami ketidakadilan menyerupai ini maka berbicaralah. Hormati siapapun, terlepas dari asal mereka atau agama mereka," sambungnya lagi. Sumber detik.com
Komentar
Posting Komentar